Polemik Pulau Lantigiang, Rapsel Ali: Tak Boleh Ada Pulau Diperjual Belikan

Senin, 1 Februari 2021 13:59

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Penjualan pulau Lantigiang di Selayar menuai sorotan. Apalagi pulau ini masuk Taman Nasional Taka Bonerate.

Anggota DPR RI asal Sulsel, Rapsel Ali mengaku menyayangkan adanya kasus penjualan pulau di Sulsel. Menurutnya, pulau yang berada dalam suatu kawasan khusus tidak boleh diperjual belikan. Namun bisa dimanfaatkan lewat skema kerja sama pariwisata untuk meningkatkan PAD daerah dan peningkatan ekonomi warga sekitar

“Saya selaku pendiri Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Indonesia (Aspeksindo) menyesalkan adanya penjualan pulau. Itu tidak boleh sebenarnya. Namun kalau dikerja samakan dengan pihak Taman Nasional untuk menggenjot pariwisata ya bisa,” ungkapnya.

Namun dia mengaku belum mengetahui secara detail kisruh penjualan pulau. Dia mengaku akan berkordinasi dahulu dengan pemda Selayar terkait kasus ini. Informasinya pulau seluas 5,6 hektare ini dijual seharga Rp900 juta.

“Kasus ini akan jadi perhatian. Apalagi Selayar daerah saya, dapil saya,” beber menantu Wapres ini.(fik).

Komentar