Sindir Moeldoko, Kamhar Lakumani: Upaya Rebut Paksa Demokrat Sikap Tak Kesatria

Senin, 1 Februari 2021 23:36

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Partai Demokrat bergejolak karena adanya dugaan perebutan tongkat Ketua Umum (Ketum). Moeldoko dituding menjadi dalangnya.

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani mengatakan ada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional melalui mekanisme Kongres Luar Biasa (KLB) yang dimotori 5 orang kader dan mantan kader partai. Ini sesuai informasi Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Kelompok ini mengusung Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai calon pengganti. Upaya rebut paksa ini tentunya dikutuk keras oleh seluruh Kader PD. Apalagi operasi rebut paksa ini disinyalir mendapat restu penguasa. Kami berharap Mahkamah Partai dan Dewan Kehormatan mengambil tindakan tegas berupa pemecatan kepada kader keblinger yang menjadi pelacur kekuasaan ini,” ungkapnya, Senin (01/02/2021).

Pihaknya mengutuk sikap tidak kesatria Moeldoko yang juga saat ini menjabat Kepala KSP untuk mengambil alih secara paksa kepemimpinan Partai Demokrat. Ini bukan cermin sikap seorang perwira, yang menghalalkan segala cara dan mempertontonkan arogansi kekuasaan dan uang untuk merebut paksa Partai Demokrat.

Kata dia, sebenarnya tidak mengherankan jika melihat rekam jejak Moeldoko pasca purna tugas dari TNI.

“Kita ketahui bersama dia juga adalah Ketua Umum ormas pertanian HKTI yang lahir dari pembegalan kepemimpinan HKTI Prabowo Subianto yang notabene adalah seniornya di Akmil yang saat ini Ketumnya adalah Fadli Zon. Dan kini mencoba mengusik kepemimpinan Mas Ketum AHY di Partai Demokrat yang notabene juniornya di Akmil,” bebernya.

Komentar