AUI Sampaikan Sikap Perlawanan Terhadap Paham Penghambat Indonesia Maju

Selasa, 2 Februari 2021 11:38

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sebanyak 30 alumni perguruan tinggi dan SLTA yang tergabung dalam Alumni Untuk Indonesia (AUI) telah mendeklarasikan diri pada 21 Desember 2020 lalu. Bertempat di depan patung Bung Karno, GBK Senayan.

Mereka pun menyampaikan sikap sehubungan dengan munculnya kasus intoleran dan perlunya tindakan tegas, terarah dan berkesinambungan dari para pemangku kebijakan terhadap oknum-oknum terpapar, terafiliasi dengan organisasi terlarang di berbagai instansi agar tidak berkembang dan mengancam kehidupan berbangsa berdasarkan Pancasila.

Kasus pengangkatan wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Organisasi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjajaran menunjukkan bahwa masih begitu kuatnya komunitas kaum terpapar yang terafiliasi pada organisasi terlarang seperti HTI dan berada di posisi penting pada dunia kampus.

“Kejadian ini tentu tidak dipandang sebagai hal yang berdiri sendiri mengingat proses seleksi wakil Dekan pasti telah melalui berbagai tahapan dan melibatkan berbagai pemangku kebijakan di Universitas terkait. Meski yang bersangkutan telah dibatalkan pengangkatannya oleh Rektor, namun tak terdengar sanksi kepada yang bersangkutan sebagai bentuk upaya penangkalan berkembangnya kelompok anti Pancasila dan NKRI,” ujar Deny Fajar, yang mewakili Alumni Untuk Indonesia, melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (2 Februari 2021).

Belum usai kasus tersebut, muncul kasus ketentuan mengenakan jilbab pada murid non- muslim di SMKN 2 Padang, Sumatera Barat, meski dikatakan tidak wajib tetapi pihak sekolah mengharuskan untuk menandatangani pernyataan menolak bagi murid beserta orangtuanya.

Komentar