Bela Abu Janda, Ketua PWNU Sulsel: Pelapor Gagal Paham

Selasa, 2 Februari 2021 16:14

Ketua PWNU Sulsel, Hamzah Harun Al Rasyid. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan, Hamzah Harun Al Rasyid menilai Abu Janda yang saat ini tersandung kasus ujaran kebencian atas cuitan “Islam Arogan” tidaklah bersalah.

Hamzah mengatakan pelaporan itu adalah sebuah kekeliruan, dimana pelapor tidak memahami secara utuh maksud dari cuitan Abu Janda.

“Ini hal yang kita sayangkan. Karena setelah mendengar pengakuan Abu Janda dari teman-teman NU di betawi (Jawa), cuitan yang dilaporkan itu dipotong lalu kemudian diviralkan. Jadi kemungkinan pelapor gagal paham,” kata Hamzah yang dihubungi Fajar, Senin (1/2/2021) malam.

Ia kemudian menjelaskan, cuitan Abu Janda bermaksud mengecam organisasi berpaham radikal yang saat ini menghantui bangsa. Parahnya organisasi-organisasi itu seringkali melebelkan agama Islam.

“Intinya, klarifikasi Abu Janda menjelaskan tentang kecamannya terhadap organisasi radikal yang merusak agama Islam,” tegas dia.

Kendati demikian, Hamzah tetap menempatkan objektifitasnya dalam melihat kasus itu. Bagi Hamzah NU tetap memberi kritikan kepada Abu Janda agar lebih berhati-hati dalam melakukan dakwahnya.

“Kita harus selalu memposisikan diri dalam suasana objektif. Dimana ketika Abu Janda melakukan hal yang tidak benar dalam berdakwah, maka tidak kita benarkan dan wajib kita beri kritikan,” ujarnya.

Karena itu, PWNU Sulsel menilai, Abu Janda yang baru saja memenuhi panggilan pemeriksaan dari pihak kepolisian, Senin (1/2/2021) siang tadi, harusnya tidak bersalah.

Komentar