Cerita Daeng Uki, Panglima Suporter PSM yang Banting Setir Jualan Kopi

Selasa, 2 Februari 2021 21:22

Panglima LAJ, Daeng Uki sedang meracik kopi di warkopnya. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bagi Uki Nugraha, PSM adalah bagian tak terpisah dari hidupnya. Tak ada cinta lain yang melebihi kecintaanya pada klub yang bermarkas di Staidon Mattoanging ini.

Daeng Uki, begitu biasa kawan supporter lain menyapanya. Ia merupakan Panglima Laskar Ayam Jantan (LAJ), salah satu fans club setia PSM Makassar.

Dimana pun PSM bermain, pantang baginya untuk tidak datang ke Stadion menyuarakan lagu-lagu penyemangat untuk Pluim dan kawan-kawan.

Namun, ketidakjelasan jadwal kompetisi hingga rancunya informasi dari pihak penyelenggara liga 1 membuatnya harus mencari aktivitas tambahan.

Selain itu, mandeknya kompetisi membuat pria 48 tahun ini harus memutar otak mencari usaha lain untuk menghidupi keluarganya.

Sebelumnya, ia menjual merchandise PSM Makassar, mulai dari jersey, syal hingga atribut lapangan lainnya di Bengkel Supporter Jalan Beruang, Makassar, yang juga merupakan Markas LAJ.

Sebab berhentinya kompetisi, usaha merchandise yang sudah ia geluti selama 15 tahun itu mengalami penurunan omset, sehingga ia harus banting setir dengan mengubahnya menjadi warung kopi.

Bagi Daeng Uki, Kopi memiliki nilai filosofis yang mempunyai keterkaitan dengan PSM Makassar. Kopi dan PSM tidak bisa dipisahkan dalam kehidupannya.

“Bagi Kita pecinta kopi, sehari saja tidak minum kopi pasti tidak bisa, nah begitu juga saya dengan PSM. Kopi dan PSM adalah candu, mereka adalah bagian hidup saya,” ujar Daeng Uki saat ditemui Fajar.co.id, Senin (1/2/2021).

Komentar