Dana Hibah Hotel dan Restoran Hangus, Gubernur NA: Itu Masalahnya Pemkot Makassar

Selasa, 2 Februari 2021 17:31

Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pengusaha hotel dan restoran di Makassar meradang. Janji dana hibah sebagai subsidi di tengah pandemi Covid-19 dari Pemkot Mahassar tak kunjung dicairkan.

Anggaran sebesar Rp34 miliar yang diberikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Dinas Pariwisata kembali jadi Silpa.

Bahkan, beberapa hotel di Makassar memasang baliho dan videotron berisi tuntutan agar dana hibah itu segera dicairkan.

Terkait hal itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA), mengungkap keprihatinannya. Hanya saja, ia menegaskan bahwa permasalahan itu ada di Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

“Itukan masih dalam proses tadi. Kan itu masalahnya Makassar bukan di kita. Dananya di kota Makassar,” kata Nurdin Abdullah, ketika ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, jalan Urip Sumoharjo, Senin, (1/2/2021).

Nurdin Abdullah menjelaskan, ia telah menginstruksikan kepada Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin untuk melakukan komunikasi dengan Kemenparekraf.

“Jadi saya sudah beri petunjuk Pak Wali supaya ketemu pejabat Kementerian Pariwisata menjelaskan persoalan,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga menyampaikan, pihaknya telah bersurat ke Pemkot Makassar terkait pencairan dana hibah.Namun, hingga saat ini belum ada balasan Pemkot. Karena itu, pihaknya mengancam akan memediakan persoalan tersebut.

“Kami akan mengundang media untuk bahas ini,” ujarnya, kemarin.

Komentar