Disebut di Isu Kudeta Demokrat, Menko Mahfud MD: Berpikir Saja Tidak, Apalagi Merestui

Selasa, 2 Februari 2021 11:20

Menko Polhukam Mahfud MD

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat suara terkait namanya yang disebut-sebut ikut merestui upaya kudeta kepemimpinan Partai Demokrat.

“Ada isu aneh, dikabarkan beberapa menteri, termasuk Menkopolhukam Mahfud MD, merestui Ka. KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari AHY melalui KLB,” kata Mahfud dikutip fajar.co.id di akun Twitternya, Selasa (2/2/2021).

Mantan ketua MK itu menegaskan dirinya tak pernah berbicara dengan Moeldoko ataupun orang lain soal upaya melengserkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Wah, mengagetkan, yakinlah saya tak pernah berbicara itu dengan Pak Moeldoko maupun dengan orang lain. Terpikir saja tidak, apalagi merestui,” tegasnya.

Menurutnya isu kudeta tersebut sangat tidak mungkin terjadi. Apalagi di partai sebesar Partai Demokrat.

“Di era demokrasi yang sangat terbuka dan dikontrol oleh masyarakat seperti sekarang ini sulit dipercaya kepemimpinan partai, apalagi partai besar seperti PD bisa dikudeta seperti itu,” sebutnya.

Terakhir, dirinya menjamin sebagai Menko Polhukam tak pernah memberi dukungan atas pengambilalihan Jabatan pimpinan tinggi suatu partai secara tidak sah.

“Jabatan menko tentu tak bisa digunakan dan pasti tidak laku untuk memberi restu. Yang penting internal PD sendiri solid,” tegasnya.

Cuitan Mahfud ini mendapat komentar beragam. Salah satunya dari kader Partai Demokrat, Taufik Rendusara.

“Prof… berarti namanya prof sudah dicatut pak Moeldoko, jitak aja kepalanya,” katanya di kolom komentar.

Sebelumnya, Kepala Staf Presiden Moeldoko lewat konferensi pers mengatakan, persoalan yang tengah dialami Partai Demokrat jangan dikaitkan dengan pihak Istana. Ia menyebut Jokowi sama sekali tak mengetahui isu yang disampaikan AHY.

Mantan Panglima TNI itu menegaskan bahwa tudingan yang disampaikan AHY sepenuhnya menjadi tanggung jawab dirinya. Dalam kesempatan itu, Moeldoko juga tak menampik bertemu sejumlah orang dari Partai Demokrat. Ia mengaku hanya mendengarkan keluhan terkait berbagai situasi.

Dalam keterangan persnya, Moeldoko memberikan sejumlah tanggapan. Yang pertama, jangan dikit-dikit istana.

“Dalam hal ini saya mengingatkan sekali lagi, jangan dikit-dikit istana dan jangan ganggu pak Jokowi dalam hal ini. Karena beliau dalam hal ini tidak tahu sama sekali, nggak tahu apa-apa dalam hal ini, dalam isu ini. Jadi itu urusan saya, Moeldoko ini, bukan selaku KSP,” katanya, Senin (1/2). (Msn/fajar)

Komentar