Isu Kudeta AHY, Jerry Massie: PDIP, Gerindra, dan PPP Maunya Tahun 2024

Selasa, 2 Februari 2021 14:39

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai upaya mengudeta kepemimpinan yang sah di Partai Demokrat erat kaitannya dengan Pilkada 2022.

Pasalnya, kata dia, Demokrat bersama PKS, Golkar, dan NasDem merupakan partai yang menginginkan Pilkada 2022 tidak diundur ke 2024.

Sikap Demokrat itu bertentangan dengan PDIP, Gerindra, dan PPP yang menginginkan Pilkada 2022 dilangsungkan secara serentak pada 2024.

“Ingat, Demokrat, Golkar, PKS serta NasDem ngotot pilkada serentak 2022, sedangkan PDIP dan Gerindra dan PPP maunya tahun 2024,” kata Jerry dalam pesan singkatnya kepada jpnn.com, Selasa (2/2).

Menurut Jerry, pembahasan tentang pilkada ini masih berlangsung alot di DPR. Selama itu pula, dia meyakini, kepemimpinan Demokrat di bawah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan dirong-rong.

“Saya duga kepemimpinan AHY bakal dirong-rong entah itu pendiri atau orang dalam dan juga orang dekat Jokowi (Joko Widodo, red) seperti penuturan AHY,” ujar dia. “Ini sebagai upaya menjegal Demokrat pada Pilkada 2022,” beber dia.

AHY, kata Jerry, wajib mengantisipasi segala manuver melengserkan kepemimpinannya di Demokrat.

Sebab, sejarah politik di Indonesia mencatat kepemimpinan yang sah dari sebuah partai bisa diobok-obok pihak luar.

“Kalau AHY digoyang, bisa jadi partai ini akan terpecah, akan ada dualisme seperti PPP waktu kubu Rommy Romahurmuziy dan juga Humprey Djemat. Serta Golkar pernah kubu Aburizal Bakrie dan Akbar Tanjung. Bahkan, 2010 dua kubu PKB Cak Imin dan mendiang mantan Presiden Gus Dur,” kata dia.

Komentar