KPK Tak Hadirkan Eks Mensos Juliari Batubara dalam Rekonstruksi

Selasa, 2 Februari 2021 10:59

Menteri Sosial Juliari P Batubara usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara tak dihadirkan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rekonstruksi perkara dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020. Rekonstruksi itu digelar di Gedung KPK Kavling C1 pada Senin (1/2) kemarin.

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri berdalih, tidak dihadirkannya tersangka Juliari Batubara belum diperlukan. Sebab, tujuan rekontruksi perkara hanya untuk menemukan titik terang rangkaian peristiwa dan perbuatan para tersangka pemberi suap dengan keterangan saksi dan barang bukti.

“Rekonstruksi saat ini difokuskan untuk memperjelas rangkaian dugaan perbuatan para pemberi suap dalam perkara tersangka atasnama pemberi HS dan AIM. Jadi untuk JPB selaku tersangka penerima saat ini tidak dihadirkan,” kata Ali Fikri dikonfirmasi, Selasa (2/2).

Mengenai adanya bukti baru penerimaan uang senilai Rp 1.532.044.000 dan dua sepeda mewah bermerk Brompton yang diberikan tersangka penyuap pengadaan bansos penanganan Covid-19, Harry Van Sidabuke kepada politikus PDI Perjuangan Ihsan Yunus. Hal ini diketahui dalam rekonstruksi perkara.

“Terkait dengan apakah peristiwa dugaan adanya pemberian uang atau barang dari tersangka kepada pihak-pihak lain sebagaimana adegan dalam rekonstruksi tersebut merupakan suap, tentu perlu dikonfirmasi lebih lanjut dengan saksi-saksi dan alat bukti,” ujar Ali.

Ali memastikan, pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut. Dia menegaskan, penyidik KPK tak segan menetapkan pihak lain dalam hal ini Ihsan Yunus sebagai tersangka, jika ditemukan dua alat bukti yang cukup bahwa dirinya menerima suap.

Komentar