Militer Kudeta dan Tahan Aung San Suu Kyi, Joe Biden Ancam Sanksi Myanmar

Selasa, 2 Februari 2021 09:32
Militer Kudeta dan Tahan Aung San Suu Kyi, Joe Biden Ancam Sanksi Myanmar

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menandatangani 15 kebijakan baru pada hari pertamanya berkantor di Ruang Oval Gedung Putih, Selasa (20/1). Foto: Reuters

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan pada pengarahan pers rutin bahwa Amerika Serikat telah melakukan percakapan “intensif” dengan sekutu tentang Myanmar.

Dia menolak mengatakan tindakan lain apa yang sedang dipertimbangkan selain sanksi. Ditanya apakah maksud pernyataan Biden, bahwa Amerika Serikat sedang “mencatat” soal bagaimana tanggapan negara lain, adalah pesan untuk China, Psaki mengatakan kepada wartawan, “Ini adalah pesan untuk semua negara di kawasan itu.”

Pejabat tinggi Demokrat di komite Hubungan Luar Negeri Senat, Robert Menendez, mengatakan Amerika Serikat dan negara-negara lain “harus memberlakukan sanksi ekonomi yang ketat, serta tindakan lain” terhadap tentara Myanmar dan kepemimpinan militer jika mereka tidak membebaskan para pemimpin terpilih dan melepaskan diri mereka dari pemerintahan.

Menendez juga menuduh bahwa tentara Myanmar bersalah atas “genosida” terhadap minoritas Muslim Rohingya — sebuah keputusan yang belum ditetapkan oleh pemerintah AS– dan atas kekerasan berkelanjutan terhadap minoritas lainnya.

Pemimpin Senat AS dari Partai Republik, Mitch McConnell, yang seperti anggota pemerintahan Biden yang memiliki hubungan dekat dengan Suu Kyi, menyebut penangkapan itu “mengerikan” dan menuntut tanggapan yang tegas.

Bagikan berita ini:
9
4
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar