Suket Palsu Diedarkan di Sekitar Bandara, Tanpa Tes dengan Biaya Rp200 Ribu

Selasa, 2 Februari 2021 17:50

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Iqbal Usman memperlihatkan suket palsu. (Ishak/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Surat rapid tes antigen palsu yang kini ada di tangan Unit Reskrim Polsek Panakkukang masih didalami. Pembuatnya pun masih dalam pengejaran.

Saat ini pengguna Surat Keterangan (Suket) rapid tes antigen palsu sudah teridentifikasi milik seorang warga Makassar. Suket itu untuk keperluan perjalanan ke luar Sulawesi. Sementara pembuatnya masih dalam pengejaran polisi.

“Identitas pengguna yang pakai suket ini sudah diketahui identitasnya. Hasil penyelidikan, pelaku pakai suket untuk melakukan penerbangan ke luar Sulawesi. Dia transit di Jakarta, dari Makassar ke Kalimantan,” kata Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Iqbal Usman.

Iptu Iqbal menyebutkan pelaku pembuat suket palsu itu melakukan aksinya di sekitar Bandara Sultan Hasanuddin. Oknum tersebut menawarkan ke calon penumpang pesawat.

“Dari keterangan dari si pengguna suket palsu ini, diperoleh di sekitar bandara. Dan modusnya ini pelaku tidak melakukan tes dan mendapat surat ini. Pembuat suratnya juga sementara kami kejar. Pengguna ini masih di luar kota dan warga Makassar. Satu suket dibayar Rp200 ribu,” sambung dia.

Suket yang ternyata palsu itu pertama kali diketahui sekitar Januari 2021 lalu, yang tersebar dalam grup Whatsapp Puskesmas Pampang. dr Aulia Kasim yang melihat surat itu langsung kaget.

Pasalnya, suket itu sama sekali tidak pernah dikeluarkan oleh Puskesmas Pampang. Apalagi peralatan rapid tes di sana tidak ada.

Komentar