Adu Strategi Dua Jenderal di Isu Kudeta Demokrat, Rocky Gerung: Moeldoko Terpojok

Rabu, 3 Februari 2021 21:54

Rocky Gerung. (DOK.FAJAR)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Partai Demokrat (PD) tengah diguncang isu upaya pengambilalihan kepemimpinan secara paksa oleh kelompok yang diduga dipimpin Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Pengamat politik Rocky Gerung melihat, salah satu hal yang menarik dari isu ini adalah adu strategi dua jenderal.

Menurut Rocky, saat ini terlihat PD sedang memainkan strategi untuk terus memelihara isu kudeta, dimana fakta-fakta terkait Moeldoko-lah dalangnya secara perlahan diungkap. Rocky menilai ada campur tangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dibaliknya.

“SBY lagi menikmati hobi dia mempermainkan isu politik. Umpan-mengumpan itu SBY jago,” kata Rocky dikutip dari tayangan youtubenya, Rabu (3/2/2021).

Rocky menilai dalam isu kudeta PD, Moeldoko yang merupakan mantan Panglima TNI telah berhadapan dengan SBY yang juga seorang purnawiran jenderal bintang empat.

“Moeldoko saat ini terpojok oleh strategi PD,” sebut Rocky.

Rocky menyebut saat ini PD terus meminta jawaban dari istana atas surat AHY yang ditujukan ke Presiden Jokowi. Hal ini untuk memperjelas bahwa istana memang tak ada sangkut pautnya sebagaimana dikatakan Moeldoko menanggapi tudingan keterlibatan dirinya.

“Belum ada jawaban jelas yang didapatkan dari istana. Dan itu membuat Moeldoko kepleset sendiri. Pak Jokowi harus segera kasih balasan, karena kalau tidak, rakyat akan berpikir ada kalkulasi hati-hati dari istana karena ini bisa menyangkut semua pihak. Kita ingin agar skandal ini dalam skala apapun harus kita buka,” ungkapnya.

Komentar