BUMN Lebih Suka Bayar Influencer, Rapsel Ali: Saya Menangis Lihat Industri Pers Tumbang Satu per Satu

Rabu, 3 Februari 2021 14:40

Rapsel Ali/dok

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Politisi Partai NasDem, Muhammad Rapsel Ali melontarkan kritik pedas kepada perusahaan negara. Menurutnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan kementerian lebih mengutamakan membayar influencer ketimbang menyelamatkan media di tengah hantaman Pandemi Covid-19.

Bagi Rapsel, ini sangat tidak adil. Selain influencer bersifat individu, peran media dalam membantu pemerintah selama masa pandemi juga seperti terabaikan. Padahal kata Rapsel, Industri Pers juga sangat berperan dalam penanganan Covid di Indonesia.

“Perusahaan negara lebih mengutamakan membayar influencer dari pada memasang iklan di media, padahal inflencer cuma individu-individu saja, sedangkan media punya banyak karyawan bahkan punya ribuan, plus loper-lopernya,” kata Rapsel di Jakarta, Rabu, 3 Februari.

Anggota Komisi VI DPR RI tersebut menegaskan, ini adalah masalah serius dan sangat memprihatinkan. “Kami partai NasDem sangat prihatin dengan situasi dan kondisi ini dan berencana mengundang pemred-pemred untuk diskusi demi mencari solusi ke depan,” tegasnya.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Sulsel 1 itu mengungkapkan, dirinya secara pribadi sangat sedih melihat Industri Pers yang begitu kerepotan selama Pandemi. Apalagi setelah mendengar curahan hati pimpinan media dalam beberapa waktu belakangan ini.

“Saya menangis melihat industri pers tumbang satu persatu. Seminggu ini saya intens ketemu dengan beberapa pimpinan media, mereka sambil tertawa-tertawa pahit menyampaikan mereka sendirian dalam menghadapi situasi ini,” tutur Rapsel.

Bagikan:

Komentar