Desak Dana Hibah Cair, Rudy Djamaluddin Ajak PHRI Sulsel Temui Kemenkeu

Rabu, 3 Februari 2021 13:56

PHRI mendesak dana hibah segera cair.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Puluhan pengusaha dan pekerja yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan (Sulsel) seruduk Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, Jalan Penghibur, Rabu (3/2/2021) siang.

PHRI Sulsel mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar punya solusi atas hak mereka yang gagal cair tepat waktu, sehingga menurut juknis (petunjuk teknis) dana tersebut dikembalikan ke pusat.

Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga menyebut dana hibah pariwisata sangat dibutuhkan para pengusaha utamanya yang bergerak di usaha hotel dan restoran. Masa pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir satu tahun belakangan membuat usaha mereka sepi pengunjung.

“Hanya 20 sampai 25 persen hunian di hotel saat ini. Kata Anggiat sebelum menemui Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar.

Lanjut, PHRI Sulsel juga mendesak Pemkot Makassar segera mengambil langkah agar dana tersebut bisa dicairkan secepatnya. Salah satu gerakan yang dimaksud adalah upaya diskresi ke Pemerintah Pusat.

Tidak hanya itu, PHRI Sulsel ikut mengancam akan menunda alias mogok bayar pajak, terhitung mulai Maret 2021 mendatang.

“Kami juga akan lakukan class action (gugatan perwakilan kelompok), buat apa bayar pajak? Selama ini kontribusi kami besar. Tahun 2019 lalu kami menyetor Rp 180 milyar lebih pajak,” pesannya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin yang menerima langsung aspirasi PHRI Sulsel menyampaikan permohonan maafnya atas sikap Pemkot Makassar yang lamban dalam pencairan dana hibah tersebut.

Bagikan berita ini:
9
6
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar