Diterpa Isu Kudeta, Jadwal Musda Demokrat Ditunda?

Rabu, 3 Februari 2021 19:38

Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni'matullah Erbe. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Musyawarah Daerah (Musda) serentak Partai Demokrat untuk periode 20212026 terencam ditunda.

Hal itu seiring isu kudeta Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyoni (AHY). Beberapa pihak dicurigai tengah berencana melakukan makar untuk mengambil alih pucuk pimpinan partai berlogo Mercy itu.

Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah saat dikonfrimasi perihal tersebut membenarkan hal itu. Kata dia, semua energi pengurus baik pada tingkatan DPD maupun DPC fokus pada penyelesaian isu “kudeta”.

“Belum dulu (Musda) karena inikan kita lagi hadapi masalah secara nasional, sayakira fokus dulu disitu,” kata Ni’matullah melalui sambungan telepon selulernya, Rabu (3/2/2021).

Jadwal Musda sendiri disebut Ni’matullah sepenuhnya hak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Rencana Musda pada bulan Juni hanya mengacu pada jadwal Musda lima tahun lalu yang digelar pada bulan itu.

“Belum ada jadwalnya. Kalau mengacu pada musda lima tahun lalu, saya Musda bulan enam (Juni), itu kalau mengacu itu. Tapi kan DPP yang tentukan jadwal. DPP belum ada jadwal, sayakira fokus dulu, ada urusan lebih penting,” tukasnya.

Wakil Ketua DPRD Sulsel itu menyerahkan sepenuhnya pada DPP. Apakah akan dipercepat dari bulan yang disebut-sebut itu atau sebaliknya.

Adapun bermunculannya sejumlah nama yang digadang-gadang akan maju bertarung nanti disebut Ni’matullah sesuatu hal yang biasa terjadi jelang perebutan kursi pimpinan DPD. “Biasa itu kalau mau Musda,” ujarnya.

Terpisah, salah satu kader yang ikut berkeinginan maju pada kontestasi lima tahunan DPD Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menyebut isu yang menimpah Demokrat tidak akan berimbas pada agenda-agenda partai kedepan.

Apalagi kata Ilham, pengurus di tingkat DPC dan DPD Sulsel telah menyatakan dukungan pada Agus Harimurti Yudhoyoni sebagai Ketua Umum yang sah.

“Di Sulsel ini tetap solid. Sehingga persiapan dalam agenda organisasi tidak adaji yang terganggu,” ujar IAS akronim namanya.

Mantan Wali Kota Makassar itu tetap optimis maju bertarung nantinya. Apalagi dirinya telah melakukan pertemuan dengan sejumlah ketua-ketua DPC di Sulsel.

Orang-orang yang mencoba melakukan penggulingan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyoni dinilai IAS kurang mengetahui konteks dan aturan dalam berorganisasi.

“Itu juga saya sapaikan ke teman-teman, orang-orang yang melakukan upaya seperti ini (kudeta) tidak tau (organisasi) karena menurut paham saya sebagai orang yang paham organisasi tidak ada cela untuk bisa melakukan penggantian ketua umum karenakan mekanismenya melalui kongres,” jelas IAS.

Sembari silaturahmi, IAS mengaku telah menyampaikan niatnya yang ingin maju kembali memimpin DPD Sulsel. Bertepatan pada bulan Januari diakui sebagai waktu yang tepat usai penyelenggaraan Pilkada serentak.

“Membangun komunikasi dengan teman-teman yang pertama memang karena dilandasi ada agenda Musda, kedua pasca pilkada baru enak mengundang teman-teman DPC untuk berdiskusi karenakan kemarin sibuk dengan pilkada,” tambahnya.

Selain IAS dan Ni’matullah, Ketua Ketua Dewan pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali (ARA) juga ingin maju.(mg4/fajar)

Komentar