Marak Suket Rapid Tes Antigen Palsu, Rudy: Mereka Berdosa

Rabu, 3 Februari 2021 16:01

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Iqbal Usman memperlihatkan suket palsu. (Ishak/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin angkat suara perihal maraknya peredaran surat keterangan (Suket) rapid tes antigen di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Pemalsuan suket terbebas dari Covid-19 itu mulai marak sejak pemerintah mewajibkan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan keluar kota memiliki surat tersebut. Aturan itu berlaku pada transportasi udara dan laut.

Rudy menyebut, pembuat surat palsu rapid tes antigen adalah merupakan oknum yang memanfaatkan kondisi pandemi. Bahkan diyakini semua yang bersifat palsu tidak mungkin gratis.

“Itu oknum-oknum yang memanfaatkan kondisi kita (Pandemi Covid-19) untuk meraup keuntungan. Saya yakin kalau yang palsu itu tidak mungkin gratis,” ujar Rudy saat ditemui di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, Rabu (3/2/2021).

Lanjut, kata Rudy, apa yang dilakukan oleh oknum-oknum pemalsu surat rapid tes antigen merupakan perbuatan dosa. Baik yang memalsukan maupun pemesan surat itu sendiri.

“Yang jelas kalau palsu itu kita berdosa, apapun itu. Yang pake berdosa yang keluarkan berdosa, karena mereka berdua pasti tau kalau itu palsu,” kata dia.

Saat ini, oknum pemalsu surat itu masih dalam pengejaran Unit Reskrim Polsek Panakkukang. Termasuk penelaahan kasusnya masih terus dilakukan.

Pengguna Surat Keterangan (Suket) rapid tes antigen palsu sudah teridentifikasi milik seorang warga Makassar. Suket itu untuk keperluan perjalanan ke luar Sulawesi. Sementara pembuatnya masih dalam pengejaran polisi.

Komentar