SKB 3 Menteri Atur Seragam Sekolah, Gus Sahal: Ga Boleh Dipaksakan

Rabu, 3 Februari 2021 21:23

Akhmad Sahal / Twitter

FAJAR.CO.ID– Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika Akhmad Sahal mendukung surat keputusan bersama (SKB) yang diteken tiga menteri mengenai penggunaan seragam sekolah negeri.

SKB tersebut menyepakati enam keputusan terkait seragam sekolah. Salah satunya yakni guru dan murid berhak memilih antara seragam dan atribut tanpa kekhususan agama atau seragam dan atribut dengan kekhususan agama.

Menurut Sahal, pengenaan jilbab oleh murid sekolah menyangkut hak berkeyakinan. Maka dari itu, kata dia, negara tidak boleh memaksakan muridnya untuk wajib mengenakan jilbab.

“Jilbab itu ranah hak berkeyakinan. Ga boleh dipaksakan negara,” kata Sahal melalui akun Twitter @sahaL_AS, Rabu (3/2).

Ia menyebut, siswi beragama Islam yang menilai jilbab wajib dikenakan dipersilakan, begitu pula bagi yang tidak memandang jilbab sebagai kewajiban.

“Siswi muslimah yang yakin jilbab wajib, sila pakai. Yang yakin gak wajib, sila ga pake. Bravo SKB 3 Menteri ini,” ucapnya.

Diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat keputusan bersama (SKB) mengenai seragam sekolah, Rabu (3/2).

SKB tersebut mengatur tentang penggunaan pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah yang diselenggarakan pemerintah daerah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Komentar


VIDEO TERKINI