Tagihan Air Membengkak, Kantor PDAM Gowa Diserbu Warga

Rabu, 3 Februari 2021 20:11

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, GOWA — Kerumunan warga terjadi di kantor PDAM Gowa Cabang Tirta Jeneberang. Mereka mengeluhkan kenaikan iuran air.

Salah seorang Warga Pallangga Ahmad Libu mengaku kenaikan iurannya tersebut sangat tidak wajar. Dirinya yang biasa membayar hanya di kisaran Rp40.000 hingga Rp50.000 perbulan kini membengkak hingga Rp1.200.000

“Kagetki ini, sudah saya tanya orang kantornya nabilang ada kesalahan yang meterannya, tapi tetap jaki dibebankan,” katanya, Rabu (3/2/2021).

Pihak PDAM kata dia mengatakan ada kesalahan pengecekan yang dilakukan oleh pegawainya sejak Bulan April lalu.

“Nabilang dia nda catat sejak April ini, jadi dia pakai harga segituji untuk dibayar masyatakat. Paspi ini bulan dia pasang lagi dan ternyata meterannya jauhmi, jadi dia kalkulasikan sekitar begini totalnya,” katanya.

Hal yang sama juga dikeluhkan Ainun, dirinya yang datang untuk membayar iuran air sekretariatnya mengaku angka yang disajikan sama sekali tidak masuk akal

Dari rincian yang disajikan PDAM tersebut kata dia jumlahnya sama sekali tidak sesuai dengan pemakaian. Dia mengaku dirinya melakukan pembayaran biasanya hanya sebesar Rp90.000.

Rumah yang difungsikan sebagai sekretariat organisasi tersebut sangat jarang ditempati. Terlebih dalam beberapa bulan terakhir sekretariat tersebut sama sekali tidak digunakan.

“Di bulan Juni itu satu orang mami tinggal kan sekret. Itu sekret biar makan nda makan ki di sana. Itu mandi untuk satu orang. Kan saya minta rincian di bulan Juni ditulis di situ harganya Rp328.000. trus Juli pertengahan Juli kosongmi dia pulang kampung semuami ke Flores tapi harganya di sini Rp454.000 rinciannya mereka. Agustus lebih-lebih nda pernah ada orang, ini saya yang pegang kunci dan di Makassar tinggal, ini lihat Rp508.000 loh nda pernah dipakai,” katanya.

Komentar