Insentif Nakes Tak Dipotong, Legislator PAN: Cukup Realokasi Anggaran

Kamis, 4 Februari 2021 20:13

Ashabul Kahfi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kabar soal pemangkasan insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) akhirnya terjawab. Pemerintah memastikan insentif nakes tahun 2021 akan tetap sama dengan tahun 2020.

Anggota Komisi IX DPR RI asal Sulawesi Selatan Ashabul Kahfi sedari awal meminta pemerintah bijak dalam mengambil kebijakan. Termasuk rencana pemotongan insentif hingga 50 persen.

“Jika memang harus ada pemangkasan, harus bijak. Tidak usah sampai 50 persen, cukup pengurangan 20 sampai 25 persen saja,” kata Ashabul kepada Fajar.co.id, Kamis (4/2/2021).

Menurutnya, pengurangan insentif untuk nakes bukan kebijakan yang mudah untuk diambil pemerintah. Sebab, dengan kondisi pandemi saat ini, peran para nakes sangat diperlukan di garda terdepan penanganan Covid-19.

Meski begitu, lanjutnya, pemerintah juga harus mempertimbangkan kondisi keuangan negara. Menurutnya, pemerintah pasti punya perhitunan dan penilaian yang bijak dalam mempertimbangkan kebijakan penurunan insentif.

“Jika masih memungkinkan, pemerintah bisa realokasi dulu belanja-belanja di kementerian atau lembaga yang tidak mendesak,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani memastikan besaran insentif tenaga kesehatan akan tetap sama dengan tahun 2020.

“Kami yakinkan saat ini belum ada perubahan kebijakan insentif tenaga kesehatan. Dengan demikian insentif tetap sama di 2021, sama dengan yang diberikan di 2020,” ujar dia dalam konferensi video, Kamis (4/2/2021).

Ia mengatakan berlakunya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2021, besaran insentif dan santunan kematian tenaga kesehatan harus ditetapkan kembali sesuai mekanisme keuangan negara.

Bahkan, dengan adanya program vaksinasi di 2021, pemerintah juga mempertimbangkan untuk memberi insentif bagi tenaga kesehatan yang menyuntik vaksin. “Maka untuk tenaga vaksinasi ini pun diapresiasi pemerintah,” ujarnya.

Ia memastikan pemerintah akan konsisten mengutamakan dan mendukung tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan Covid-19. Dengan demikian, Askolani membantah kabar bahwa insentif tenaga kesehatan akan dipotong 50 persen pada tahun ini.(mg9/fajar)

Bagikan berita ini:
4
6
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar