Jika Pilkada Digelar 2024, Ini Pengaruhnya ke Anies Baswedan dan Nurdin Abdullah

Kamis, 4 Februari 2021 16:23

Anies Baswedan dan Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR, – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 yang berdasarkan amanat Undang-undang No. 10 tahun 2016 tentang Pilkada hingga saat ini masih menjadi polemik.Tak sedikit yang ingin merevisi UU tersebut, dan begitupun sebaliknya tetap ada yang ngotot untuk mempertahankan.

Pengamat politik Universitas Bosowa, Arif Wicaksono, mengungkapkan isu revisi UU Pemilu tentu berdampak kepada beberapa Pilkada di tingkat provinsi. Mulai dari DKI Jakarta hingga Sulawesi Selatan.

Arif Wicaksono mencoba membandingkan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) yang masa pemerintahannya akan berakhir pada 2023 mendatang. Dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang setahun lebih cepat akan menyelesaikan masa tugasnya.

Seperti diketahu, baik Anies maupun Nurdin selama ini sering diisukan berpeluang untuk maju di Pilpres. Ada beberapa hal yang disamakan dan adapula yang menurut Arif tetap memiliki perbedaan dalam hal peluang.

“Kalau soal itu (popularitas dan elektabilitas) menurut pendapat saya begini. Pertama, Nurdin di Sulsel, berbeda konteksnya dengan Anis di DKI. Anis di DKI sangat ditakutkan untuk maju sebagi RI 1 di Pilpres. Karena jika Anis menang, maka akan berimbas ke status partai tertentu yang selama ini dianggap menjadi pemenang pemilu. Makanya rezim Pak Jokowi, terutama partai pendukung utama, tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” kata Arif, kepada Fajar.co.id, Kamis (4/2/2021).

Bagikan berita ini:
3
1
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar