Junta Militer Hendak Penjarakan Aung San Suu Kyi, Didakwa dengan Kasus Ini

Kamis, 4 Februari 2021 19:17

Aung San Suu Kyi

FAJAR.CO.ID — Junta militer berupaya menjebloskan Pemimpin Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), Aung San Suu Kyi, ke dalam penjara. Upaya itu tampaknya menemui titik terang.

Pasalnya, Aung San Suu Kyi kini resmi didakwa melanggar aturan ekspor dan impor. Sebab, dia memiliki walkie-talkie yang diimpor secara ilegal. Alat tersebut selama ini dipakai pengawal Suu Kyi. Jika terbukti bersalah, dia terancam hukuman dua tahun kurungan.

Berdasar dokumen kepolisian Naypyidaw terungkap, militer menemukan walkie-talkie tersebut saat menggeledah kediaman Suu Kyi. Selain impor ilegal, radio komunikasi itu dianggap digunakan tanpa izin. Pengadilan sudah menandatangani surat penahanan Suu Kyi selama dua pekan. Dakwaan yang menjerat Suu Kyi juga dibenarkan petinggi NLD.

Junta militer juga bakal menyelidiki kecurangan pada pemilu November 2020. Partai Solidaritas dan Pembangunan Serikat (USDP) yang didukung militer kalah telak dari NLD. Mereka hanya berhasil mendapatkan 71 kursi. Sebaliknya, NLD meraup 920 kursi di parlemen.

’’Presiden Win Myint didakwa melanggar aturan terkait dengan Covid-19 karena menemui penduduk saat kampanye tahun lalu,’’ bunyi laporan The Guardian.

NLD juga mengungkapkan, militer telah bertindak melanggar hukum. Mereka masuk ke kantor NLD di berbagai wilayah serta menyita berbagai dokumen dan komputer.

Langkah militer dan dakwaan yang menjerat Suu Kyi itu ditengarai bakal membuat penduduk kian berang. Sebab, saat ini mereka tidak setenang pada hari pertama dan kedua kudeta. Rakyat Myanmar mulai melawan. Seruan untuk membangkang dan menentang kudeta kian menggema meski belum ada aksi turun ke jalan secara besar-besaran.

Komentar