Kasus Covid-19 Tinggi, Epidemiolog Sarankan WFH Diperpanjang

Kamis, 4 Februari 2021 18:36

Ilustrasi. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kasus Covid-19 di Makassar masih tinggi. Bahkan belum menunjukkan adanya penurunan.

Epidemiolog Universitas Hasanuddin, Ansariadi, mengatakan, upaya yang harus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar adalah memperpanjang Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah.

Kata Ansariadi, klaster perkantoran menjadi salah satu penyumbang tertinggi Covid-19 di Makassar. Sehingga penyebaran harus diminimalisir.

“Kalau dilihat klaster rumah tangga dan perkantoran, perkantoran pasti WFH harus dilanjutkan jadi sekarang 75 persen orang Bekerja dari rumah. Hanya 25 persen di kantor haru dipertahankan,” ujarnya, Kamis (4/2/2021).

Ansariadi mengungkapkan, tingginya mobilitas masyarakat dan kerumunan yang terjadi banyak tempat menjadi alasan meningkatnya kasus.

“Mobilitas penduduk pengunjung antar keluarga kemudian berkerumun bisa dihindari. Diterima banyak laporan orang banyak datang di perkawinan pesta berkumpul dan mendapat gejala kembali ke rumahnya menularkan keluarganya yang lain,”paparnya.

Sehingga kata dia, mobilitas masyarakat Makassar keluar masuk daerah harus dibatasi. Terutama di kawasan zona merah Covid-19.

“Ada juga mobilitas ke daerah yang cukup tinggi misalnya ke Jakarta atau Surabaya itu berpotensi kalau kita dari tempat yang tinggi kejadiannya, bisa jadi dia terpapar di sana dan menularkan ke keluarga,” imbuhnya.

Untuk itu, Ansariadi berharap masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan meskipun di rumah sekalipun. Mengingat saat ini penyebaran bisa terjadi di rumah.

Komentar