Kisruh Dana Hibah Berujung Nonjob Kadispar, Pj Walikota Makassar Diminta Tidak Cuci Tangan

Kamis, 4 Februari 2021 15:14

Ketua AUHM Zulkarnain Ali Naru

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Badan Pengurus Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM) menyayangkan sikap gegabah Pj Walikota Makassar Rudy Djamaluddin yang menonjobkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Rusmayani Madjid.

Ketua AUHM Zulkarnain Ali Naru beranggapan, seharusnya Pj Walikota bijak melihat persoalan. Jika ini memang terkait dana hibah, harusnya Pemkot transparan, jangan hanya menyalahkan satu pihak tapi membenarkan pihak lain.

“Persoalan ini kan jelas, dana hibah tidak cair karena menurut kabar berhembus Pj Walikota tidak mau tanda tangan. Harusnya Pj Walikota yang tanggung jawab,” ungkap Zulkarnain kepada fajar.co.id, Kamis (4/2/2021).

“Sangat disayangkan, apalagi hanya terkait hangusnya dana hibah, saya rasa kurang arif dan bijaksana keputusan tersebut,” lanjutnya.

Lebih lanjut Zul juga meminta Pj Walikota tidak ‘cuci tangan’ dalam menyikapi persoalan ini. Pasalnya, yang bertanggung jawab atas tidak cairnya dana hibah pariwisata tersebut tidak hanya dibebankan ke Dinas Pariwisata.

“Jangan juga Pj Walikota cuci tangan. Sempat saya konfirmasi ke ibu Maya bahwa dana tersebut dialihkan ke tahun 2021. Malah beliau ingin memperjuangkan pelaku usaha THM juga dapat dana hibah tersebut. Beliau janjikan itu,” tekannya.

Ia menilai kinerja Rusmayani Madjid dalam kendalinya mengembangkan pariwisata di Makassar cukup baik. Utamanya terhadap pelaku industri pariwisata.

“Kami bermitra dengan Ibu Maya sebagai Kadispar sudah bertahun-tahun. Kami anggap kinerjanya cukup bagus. Zamannya Danny Pomanto, beliau bagus. Komunikasi dengan pelaku industri pariwisata juga lancar. Makanya harus bijaksana melihat jangan langsung dinonjobkan,” pungkas Zul.

Bagikan berita ini:
8
2
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar