Musisi Jalanan Rampas Ponsel Penjual Onde-onde

Kamis, 4 Februari 2021 09:17

DICIDUK: Pelaku perampasan dan pengancaman, Fitra Wijayanto alias Plong, jalani penyidikan petugas Satreskrim Polres Tabanan. (istimewa)

FAJAR.CO.ID, BALI– Perbuatan Fitra Wijayanto,22, ini merusak citra pengamen alias musisi jalanan. Bagaimana tidak, keinginannya untuk ngamen justru disertai dengan perampasan dan pengancaman. Akibatnya, kini pemuda asal Bondowoso, Jawa Timur itu, malah berurusan dengan Polisi dan masuk bui.

Pelaku yang memiliki nama panggilan Plong itu ditangkap petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Tabanan, Selasa (2/2) di kawasan Ubung, Denpasar.

Petugas memburunya setelah mengantongi ciri-cirinya dari hasil rekaman kamera ATCS (area traffic control system) milik Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan di simpang empat Bypass Ir Soekarno dan Jalan Mawar, Banjar Gerogak Gede, Tabanan.

“Tim melaksanakan penangkapan dan mengamankan barang bukti saat pelaku terlihat berjalan kaki di depan Kantor Pos Polisi Ubung,” jelas Kepala Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tabanan, AKP Aji Sekar Yoga, Rabu (3/2).

Cerita mengenai perampasan dan pengancaman ini sendiri terjadi sehari sebelumnya, Senin (1/2) di parkiran Alfamart, simpang empat Bypass Ir Soekarno-Jalan Mawar, Banjar Gerogak Gede, Tabanan. Sedangkan korbannya seorang pedagang onde-onde, I Made Suartana atau Pan Rini.

Pemicunya pun sepele. Pelaku awalnya ingin ngamen di kawasan itu. Dia bertanya kepada korban, apa boleh mengamen di seputaran kawasan tersebut. Nah, korban menjawab jangan minta izin kepadanya, tetapi minta izin ke Satpol PP.

Komentar