Terpilih Jadi Bupati Padahal Bukan WNI, Ada yang Tidak Beres dengan Sistem di Negeri Ini

Kamis, 4 Februari 2021 10:35

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Bupati terpilih Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur ( NTT) Orient Patriot Riwu Kore, bikin geger. Ia ternyata berkewarganegaraan Amerika Serikat. Lolosnya Orient sebagai calon kepala daerah hingga akhirnya terpilih membuat Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus geleng-geleng kepala.

KPU dinilai telah lalai dan abai dalam proses verifikasi paslon sampai penetapan calon terpilih.

“Tentu kita minta kepada KPU agar dilakukan introspeksi dan kajian mendalam terhadap adanya dugaan yang disampaikan itu. Kalau memang itu benar, ini merupakan sebuah kelalaian yang dilakukan oleh KPU,” kata Guspardi, Kamis (4/2/2021).

Guspardi mempertanyakan, kenapa ada WNA dan memiliki KTP Indonesia bisa lolos menjadi calon kepala daerah. Sedangkan negara kita tidak menganut sistem UU bipatride atau kewarganegaraan ganda/dwi kewarganeraan.

“Konsekuensi lanjutannya adalah pengesahan dan pelantikannya sebagai bupati batal demi hukum,” tandasnya.

Legislator PAN ini memandang, telah terjadi pelanggaran administrasi negara yang sangat serius. Semestinya bisa gugur sejak awal pencalonan bakal calon bupatinya jika KPU dapat mendeteksi. Jadi KPU dalam hal ini telah melakukan kelalaian yang amat disayangkan.

Ia menambahkan, apalagi calon kepala daerah yang maju dalam pemilihan Bupati Sabu Raijua ini hanya 3 pasang, tidak sama dengan pemilihan anggota legislatif yang bisa mencapai 8 sampai 10 orang per dapilnya. Jadi cukup waktu bagi KPU untuk melakukan verifikasi dengan lebih teliti.

Komentar