Bocah di Sulbar Meninggal, Diduga Kedinginan Terlalu Lama Mengungsi

Jumat, 5 Februari 2021 18:30

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Korban jiwa akibat gempa di Sulawesi Barat (Sulbar) terus berjatuhan. Kali ini menimpa seorang balita yang bernama Al Fauzi.

Bocah berusia setahun lebih lima bulan itu mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Regional Sulbar, pada Senin (25/1/2021) lalu.

Paman korban, Feriarso Mustari, merasa sangat kehilangan. Nyawa keponakannya menghilang akibat keganasan alam ini.

Dia bilang, Fauzi telah berpulang ke pangkuan Ilahi setelah beberapa hari bertahan karena kedinginan yang ia hadapi sejak mengungsi akibat gempa di Mamuju, Sulbar.

“Saat musibah gempa (kami) mengungsi di Bukit Karatuang,” katanya dalam pesan singkat, Jumat (5/2/2021).

Rumahnya yang berada di Desa Tampalang, Kecamatan Tappalang mengalami rusak berat atau hancur akibat guncangan gempa, yang terus terjadi akhir-akhir ini.

Dari masalah itu, Fauzi beserta sanak keluarganya terpaksa tetap bertahan di tenda pengungsian dengan alat seadanya. Selain rumah rusak, mereka juga khawatir ada tsunami usai gempa kembali mengguncang Bumi Manakarra ini.

Feriarso bilang, satu minggu mengungsi di tenda pengungsian yang ia dirikan, Fauzi mulai terserang penyakit sesak napas, batuk, dan panas dingin.

“Saat di rumah sakit, hari pertama sempat membaik. Tapi pas di hari kedua, (kesehatannya) kembali drop sampai mengembuskan napas terakhir pukul 09.30 Wita,” jelasnya.

Hal serupa juga pernah terjadi dan menimpa satu pengungsi di Kabupaten Majene, Sulbar. Namanya Subaedah, 53 tahun yang dinyatakan wafat saat masih berada di lokasi pengungsian, Rabu (20/1/2021).

Komentar