Dinilai Bikin Gaduh Pemkot, Ini 3 Kebijakan Kontroversial Rudy Djamaluddin

Jumat, 5 Februari 2021 21:17

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin (ikbal/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Berbagai kritikan ditujukan ke Rudy Djamaluddin di akhir masa jabatannya sebagai Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar.

Bagaimana tidak, sejumlah kebijakannya menjadi kontroversial. Bahkan ada pihak yang menyebut Rudy telah membuat kegaduhan di Pemerintah Kota Makassar.

Rudy Djamaluddin adalah Pj Wali Kota Makassar ketiga yang ditunjuk Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah untuk mengisi kekosongan jabatan selepas masa jabatan Moh Ramndhan “Danny Pomanto” di tahun 2018.

Rudy baru dilantik berdasarkan SK yang diterbitkan Kemendagri tertanggal 26 Juni 2020, menggantikan pendahulunya Iqbal Suhaeb dan Yusran Yusuf.

Selama masa jabatannya, Rudy mengemban misi untuk fokus terhadap penanganan Covid-19 yang kala itu menempatkan Kota Makassar sebagai zona merah dengan jumlah kasus positif yang sangat tinggi.

Dalam perjalanannya, Rudy yang juga menjabat Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Sulawesi Selatan itu melahirkan sejumlah kebijakan untuk mempercepat penanganan Covid-19, hingga di akhir masa jabatannya.

Upaya untuk memberikan dedikasi terbaiknya justru diperhadapkan dengan banyaknya sorotan. Kebijakan-kebijakannya menjadi sangat kontroversial.

Bagikan berita ini:
7
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar