Gus Nadir : Kalau Ortu Ingin Anaknya Diwajibkan Pakai Jilbab, Jangan Masukkan ke Sekolah Negeri

Jumat, 5 Februari 2021 13:39

Gus Nadir (dok. Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tokoh NU, Nadirsyah Hosen menjawab argumen yang dilontarkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, M Cholil Nafis terkait Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang menurutnya harus ditinjau kembali atau dicabut.

“Klo pendidikan tak boleh melarang dan tak boleh mewajibkan soal pakaian atribut keagamaan ini tak lagi mencerminkan pendidikan. Memang usia sekolah itu perlu dipaksa melakukan yg baik dr perintah agama krn utk pembiasaan pelajar. Jd SKB 3 Menteri itu ditinjau kembali atau dicabut,” demikian cuitan Cholil Nafis di Twitter yang kemudian disambut argumen lain oleh Nadirsyah Hosen.

Gus Nadir, sapaan karib Nadirsyah Hosen menyebut, justru lebih bagus kalau ternyata penggunaan seragam dengan kekhususan agama tidak diwajibkan oleh sekolah negeri tapi para siswi malah dengan sadar memilih memakai jilbab. Berarti guru agamanya mampu menjelaskan dengan baik. Disitulah nilai sebuah pendidikan, yakni menumbuhkan pemahaman dan kesadaran.

“SKB 3 menteri itu justru membuka wawasan tentang pengajaran agama yang bukan dogmatis, tapi dialogis; tuntunan, bukan tuntutan. Hasilnya akan lebih dahsyat: kesadaran beragama, bukan hasil paksaan yang akan menimbulkan resistensi di kemudian hari, tapi hasil pemahaman yang mencerahkan,” tutur Gus Nadir di laman Twitternya, Jumat (5/2/2021).

Mestinya, lanjut Gus Nadir, bagi yang tidak sependapat dengan SKB 3 Menteri maka lihatlah sebagai kesempatan dakwah untuk memberi pemahaman dan kesadaran yang lebih dalam bagi para siswi.

Komentar


VIDEO TERKINI