Masuk Tahap Penyidikan, Sudah 10 Saksi Diperiksa di Kasus Penjualan Pulau Lantigiang

Jumat, 5 Februari 2021 17:48

Pulau Lantigiang. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Kasus dugaan penjualan lahan di Pulau Lantigiang, Kecamatan Taka Bonerate, Kepulauan Selayar kini didalami oleh pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Selayar, Iptu Syaifuddin, yang dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini, sudah ada beberapa pihak yang diambil keterangannya.

“Sudah ditangani, sudah ada beberapa yang diambil keterangannya, termasuk Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate (BTNTB), Faat Rudiant,” kata Syaifuddin, Jumat (5/4/2021).

Syaifuddin menerangkan, bahwa kasus tersebut telah memasuki tahap penyidikan. Sebab ada 10 orang lainnya sudah periksa, dua di antaranya pihaknya yang mengklaim tanah itu miliknya, yakni Kasman dan Syamsu Alam.

“Jadi kami masih menunggu mantan Kepala Desa Jinato dan Kepala Dusun. Kami sudah melakukan pemeriksaan 10 orang termasuk kepala BTNTB dan dua orang terduga penjual lahan,” tutur Iptu Syaifuddin.

Saat dilakukan pemeriksaan, kata Syaifuddin, Kepala BTNTB dicecar belasan pertanyaan. Adapun yang diakuinya, bahwa Pulau Lantigiang merupakan kawasan konservasi Taman Nasional Taka Bonerate. Sementara, untuk pemeriksaan terhadap Kasman dan Syamsu Alam berlangsung selama enam jam.

“Dicecar pertanyaan sekaitan dengan penjualan lahan itu. Mulai dari pertanyaan siapa yang membuat akta jual beli, berapa harga yang disodorkan dan disepakati kepada pembeli, serta kapan transaksi penjualan itu dilaksanakan,” paparnya

Sementara itu, Kasman yang diinterogasi kepolisian mengaku bahwa lahan di atas Pulau Lantigiang yang dijualnya kurang lebih 4 hektare (ha) kepada pembeli bernama Asdianti.

Bagikan berita ini:
7
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar