Pangi Syarwi Chaniago: Ini Mungkin Seni Berkuasa, Memastikan Aman Secara Hukum dan Politik Setelah Tidak Menjabat Presiden

Jumat, 5 Februari 2021 11:31

Analis politik Pangi Syarwi Chaniago-- (Dok. Voxpol Center)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago punya analisis tajam terkait isu kudeta terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi ketua umum Partai Demokrat.

Pangi menilai isu ini tidak sekadar untuk mendongkel kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan merebut kendali partai berlambang bintang mercy.

Menurut Pangi, salah satu irisan dari upaya merebut kepemimpinan di Demokrat secara paksa adalah Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

“Ini tidak hanya soal Demokrat, tetapi juga punya irisan dan korelasi dengan desain Pilpres,” ucap Pangi kepada JPNN.com, Kamis malam (4/2).

“Bagaimana Presiden Jokowi aman dan nanti anak dan mantunya enggak diganggu kalau presiden selanjutnya adalah orang beliau, bukan musuh politiknya,” lanjutnya.

Bagi direktur eksekutif Voxpol Center, Research and Consulting ini, hal tersebut dipandangnya sebagai seni berkuasa.

“Ini mungkin bagian dari seni berkuasa, memastikan aman secara hukum dan politik setelah tidak menjabat lagi presiden,” kata Pangi.

Lebih jauh dia mengatakan, desain besarnya bisa saja mengarah kepada upaya memuluskan calon tunggal di Pilpres mendatang.

“Bahkan nanti bukan tidak mungkin Pilpres 2024 calon tunggal, Prabowo-Puan. Tidak ada capres lain,” kata pengamat yang beken disapa dengan panggilan Ipang ini.

Argumentasinya itu bukan tanpa dasar. Menurut Pangi, indikasinya sudah terlihat dari kasak-kusuk pembahasan revisi UU Pemilu. Salah satu isu krusialnya soal ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden.

Komentar