Potret Bone Malam Hari, Mengadu Nasib di Titik Nol Kota

Jumat, 5 Februari 2021 19:45
Potret Bone Malam Hari, Mengadu Nasib di Titik Nol Kota

Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 Wita. Dia bergegas berdiri. Tubuhnya sudah membungkuk. Perlahan jalan ke becak adiknya. Bermaksud membangunkannya. Sang adik yang sudah berumur itu juga terbangun. Mengangkut satu per satu dagangan kakaknya.

“Saya kadang menunggu di sini. Kadang juga mengantarnya saja baru pulang. Nanti ketika mau pulang baru saya jemput,” aku Cottang.

Dia juga mengaku tak pernah mengeluh selama ini. Antar jemput sang kakak. “Mengeluh hanya menambah saja beban hidup,” ungkapnya tersenyum. (Agung/fajar)

Bagikan berita ini:
6
9
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar