Teroris Makassar dan Gorontalo Berafiliasi ISIS, Punya Kemampuan Merakit Bom

Jumat, 5 Februari 2021 09:13

Proses pemberangkatan sejumlah terduga teroris di Bandara Lama Sultan Hasanuddin telah dilakukan, Kamis (4/2/2021) puku...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyebut 26 tersangka teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror di Makassar dan Gorontalo sama-sama berafiliasi ke ISIS.

Setelah tiba di Jakarta, Kamis (4/2), mereka langsung dibawa oleh Tim Densus 88 Antiteror Polri ke Rumah Tahanan (Rutan) Khusus Tindak Pidana Terorisme Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Brigjen Rusdi, dua kelompok teroris ini merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulawesi.

Mereka diboyong ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Sebanyak 26 tersangka teroris tersebut terdiri dari 7 orang asal Gorontalo dan 19 dari Makassar.

Brigjen Rusdi menjelaskan kelompok Gorontalo ini dikenal dengan nama Ihwal Pakuato yang merupakan jaringan JAD yang berafiliasi ke ISIS.

Kelompok tersebut diketahui merencanakan penyerangan ke Mako Polri, rumah dinas Polri dan rumah pejabat di Gorontalo serta berencana merampok toko-toko di Gorontalo.

“Mereka mempersiapkan diri melakukan latihan fisik bela diri. Kemudian memanah, melempar pisau dan menembak dengan senapan angin. Kelompok ini mempunyai kemampuan untuk merakit bom,” beber Brigjen Rusdi.

Sementara kelompok teroris Makassar juga merupakan jaringan JAD.

“Kelompok ini memiliki rencana yang akan mengganggu kamtibmas dengan melakukan kegiatan bom bunuh diri,” ucap jenderal bintang satu itu.

Selain itu, 19 tersangka teroris yang ditangkap di Makassar, Sulawesi Selatan itu merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI) di Makassar.

“Sebanyak 19 teroris yang tertangkap di Makassar, semua terlibat atau menjadi anggota FPI di Makassar. Mereka sangat aktif dalam kegiatan FPI di Makassar,” pungkas Rusdi. (ant/jpnn/fajar)

Komentar