5 Kabupaten di Sulsel Terancam Dipimpin Pj Bupati, Akademisi: Asal Sesuai Regulasi

Sabtu, 6 Februari 2021 20:14

Arif Wicaksono

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Akademisi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bosowa, Arif Wicaksono, memberi tanggapan terkait beberapa kabupaten yang bakal dipimpin oleh Pj Bupati. Pasalnya, daerah tersebut ada yang menggugat Bupati terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 lalu.

Menurutnya, hal itu tidak akan menjadi masalah jika tetap sesuai dengan regulasi dan kondisi yang ada. Karena dalam membuat kebijakan mesti melalui beberapa pertimbangan.

“Ya, gak apa-apa, menurut saya pertimbangannya harus selalu merujuk pada regulasi dan kondisi yang ada. Karena itu terkait dengan masa jabatan pejabat yang baru. Sebisa mungkin dilakukan dengan tidak melanggar regulasi dan tidak mengesampingkan kondisi yang ada,” kata Arif, kepada Fajar.co.id, Sabtu (6/2/2021).

Tidak hanya itu, kata Arif, pelantikan yang sebelumnya direncanakan akan dilakukan secara serentak, juga mesti menyesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Dan itu akan diputuskan oleh pemerintah pusat.

“Jika tidak bisa pelantikan serentak sesuai dengan kondisi masing-masing daerah, ya pasti yang lain yang cenderung ada masalah juga akan cenderung menyesuaikan. Dan pengaturan itu biasanya ditentukan oleh Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri),” tuturnya.

Terpisah, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirim beberapa nama yang akan diangkat menjadi Pj Bupati di daerah yang menggugat kepala daerah terpilih.

Lebih lanjut, kata Nurdin, meskipun sebelumnya 17 Februari telah direncanakan sebagai jadwal pelantikan serentak, menurutnya itu akan ditinjau kembali. Apalagi tidak semua daerah masa jabatan kepala daerahnya berakhir di 27 Februari.

“Belum, belum (jadwal pelantikan). Tergantung SK nya. SK nya kita terima, kita atur jadwal pelantikan. Karena ini kan tahun inikan ada dua yang berbeda. Ada 10 yang akan berakhir di tanggal 17. Dan ada satu yang berakhir di 31 Maret yaitu Toraja Utara,” jelas Nurdin, kemarin.

Diketahui, beberapa nama yang telah dikirim ke pusat tersebut nantinya akan dipilih oleh Kemendagri. Nama yang dipilih oleh Kemendagrilah kemudian akan diangkat menjadi Pj Bupati di kabupaten terkait. (mg10)

Komentar