Bayi Meninggal Diduga Kelamaan Mengungsi, Ini Penjelasan Dokter

Sabtu, 6 Februari 2021 21:53

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Meninggalnya Al Fauzi menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Bayi yang masih berusia 1,5 tahun ini wafat, pada Senin (25/1/2021) lalu.

Meninggalnya bayi malang ini diduga terlalu lama mengungsi, hingga membuat ia kedinginan dan mulai terserang beberapa penyakit.

Saat dikonfirmasi, Direktur Utama RSUD Regional Sulbar, dr Indah Nursyamsi, mengatakan, bayi yang meninggal di rumah sakitnya mengalami penyakit pneumonia.

Informasi dari dihimpun dari berbagai sumber, penyakit tersebut adalah Infeksi yang menimbulkan peradangan pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru, yang dapat berisi cairan.

“Anak ini mungkin sudah ada gejala awal seperti influenza berat, terkena angin malam dan tidak mendapat penanganan dengan segera, dan memperberat penyakitnya sehingga menjadi pneumonia,” katanya, Sabtu (6/2/2021).

Selama mengungsi pasca gempa 6,2 magnitudo mengguncang Sulawesi Barat (Sulbar), Fauzi bersama kedua orang tuanya mengungsi di sebuah tenda darurat.

Hal itu terpaksa dilakukan karena rumahnya di Desa Tampalang, Kecamatan Tappalang rusak berat akibat guncangan gempa, apalagi yang terus terjadi akhir-akhir ini.

Saat penyakit itu mulai menyerang Fauzi, kedua orang tuanya sempat membawanya ke RSUD Regional. Namun tak berselang lama dirawat, bayi yang masih berusia sebiji jagung ini meninggal dunia.

“Walau dia dibawa ke RS, tapi karena sudah berat disertai sesak napas, akhirnya tidak dapat tertolong,” tambah dr Indah, kepada Fajar.co.id.

Komentar