Buruh Gagal Jadi CPNS, Gugat ke PTUN

Sabtu, 6 Februari 2021 09:16

Ardiansyah, 35, warga Cipayung, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, gagal tes CPNS Kejaksaan Agung karena tidak lolos tes kesehatan. (Dok Pribadi for JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID — Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) memang salah satu profesi yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Penghasilan yang stabil, punya jabatan, dan disediakan uang pensiun, seolah bisa menggaransi hidup layak.

Setiap formasi CPNS dibuka, ribuan bahkan jutaan warga berbondong-bondong mendaftar sesuai formasi yang tersedia. Namun, pendaftar yang lolos dan berhasil dilantik, jumlahnya sangat sedikit. Dibandingkan pendaftar yang gagal dan harus menuai kekecawaan.

Contohnya Ardiansyah, 35, warga Cipayung, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Dia termasuk dalam kelompok yang tidak beruntung itu. Satu-satunya kesempatan menjadi abdi negara, demi memperbaiki kehidupan sirna begitu saja.

2019 lalu, Ardiansyah melihat informasi di laman resmi Kejaksaan Agung (Kejagung) RI yang membuka formasi CPNS tahun anggaran 2019. Dalam informasi itu, terdapat formasi untuk posisi Pengemudi Pengawal Tahanan Kejaksaan. Posisi tersebut ditawarkan untuk warga lulusan SLTA/sederajat.

Ardiansyah yang tak pernah mengeyam pendidikan diploma atau di atasnya merasa mendapat angin segar berkesempatan menjadi CPNS. Apalagi jabatan tersebut disediakan untuk 1.000 orang dengan penempatan kerja di seluruh kantor kejaksaan se-Indonesia. Tanpa pikir panjang, Ardiansyah mendaftar untuk formasi itu.

Setelah lolos tahap administrasi, Ardiansyah mulai mengikuti berbagai macam tes. Hasilnya pun cukup bagus. Seperti dalam kategori Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) mendapat nilai 85, Tes Intelegensi Umum (TIU) 100, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 146.

Komentar