Hanya Karena Utang Setengah Juta, Nyawa Pedagang Keripik di Bali Dihabisi

Sabtu, 6 Februari 2021 16:01

Korban Sri Widayu dalam kondisi tewas di sebelah tabung gas elpiji 3 kilogram yang diduga dipakai untuk membunuh korban ...

FAJAR.CO.ID, DENPASAR – Polresta Denpasar kini mendalami pengakuan Basori Arifin. Pria asal Banyuwangi Jawa Timur itu ditangkap karena menghabisi nyawa seorang wanita penjual keripik bernama Sri Widayu asal Banyuwangi.

Wanita kelahiran 20 Maret 1972 itu dihabisi di kos korban di Jalan By Pass Ngurah Rai Nomor 438, Sanur, Denpasar Selatan pada Selasa (2/2) sekitar pukul 20.30 WITA.

Usut demi usut, ternyata motif pembunuhan ini ditengarai masalah utang piutang. Korban belum membayar hutang kepada pelaku dan istri pelaku. Itu bermula pada Selasa (2/2) sekitar pukul 19.00 WITA. Pelaku dan istrinya datang ke kos korban untuk menagih utang sebanyak Rp515.000.

Di kos korban, istri pelaku sempat adu mulut dengan korban. Lalu karena situasi semakin memanas, korban sempat menempeleng bagian muka istri pelaku. Saat itu posisinya di depan kamar korban.

“Melihat kejadian itu, pelaku marah lalu memukul wajah korban menggunakan helm,” terang Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Danujaya, Sabtu (6/2).

Korban lalu masuk ke dalam kosnya. Namun diikuti pelaku dari belakang. Di dalam kamar kos itu, korban kembali dipukul sebanyak dua kali. Pelaku juga memiting leher korban dari belakang menggunakan tangan kiri.

Korban melawan dengan cara menggigit tangan korban. Korban akhirnya lepas dari pitingan pelaku. Namun pelaku semakin murka. Dia mendorong tubuh korban hingga membentur tembok dan tersungkur di lantai.

Bagikan berita ini:
10
4
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar