Sudah Minta Maaf Tetapi Laporan Berlanjut, Kuasa Hukum Danny: Tidak Boleh Baper

Sabtu, 6 Februari 2021 20:42

Danny Pomanto

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kuasa hukum Moh Ramdhan Pomanto, Ahmad Riyanto menyinggung laporan kasus dugaan pencemaran nama baik Jusuf Kalla (JK) yang mengarah ke kliennya lantaran ada pihak yang merasa baper (bawa perasaan).

Riyanto menjelaskan, dalam kasus ini sebagaimana rekaman suara yang mendasari pelaporan merupakan hak privasi kliennya, dimana rekaman itu kemudian disebarkan oleh oknum yang seharusnya disalahkan dalam perkara tersebut.

“Menurut kami ini sebenarnya murni bukan persoalan hukum, tapi ini adalah persoalan terkait dengan prinsip-prinsip demokrasi menurut saya. Artinya apa yang dilakukan di ruang private, bukan di ruang publik. Jadi kalau itu dianggap pidana itu kita mundur lagi dari demokrasi,” jelas Ahmad kepada Fajar.co.id melalui telepon, Jumat (5/2/2021).

“Ini persoalan penegakan prinsip demokrasi, samaji halnya kalau ada wawancara yang dilakukan di salah satu media nasional, ketika itu kemudian ada orang-orang (publik), kan tidak boleh tersinggung, baper namaya itu,” kata dia.

Meski begitu, ia dan kliennya mengaku tetap menghormati hukum. Karena itu, jika laporan tersebut terus berlanjut, pihaknya telah siap dan menyerahkan seluruhnya kepada kepolisian.

“Jadi mengenai persoalan penyidikan ini kita serahkan semuanya pada proses hukum disitu pihak kepolisian untuk menjalankan kerjanya,” imbuhnya.

Ahmad Rianto meyakini, kedewasaan tokoh seperti Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla tidak diragukan lagi, apalagi persoalan prinsip-prinsip demokrasi.

Komentar


VIDEO TERKINI