Genangan di Semarang, Gus Umar: Buzzer pada Diam tak Ngomong Sepatah Katapun

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Wakil Ketua Lembaga Ekonomi Nahdatul Ulama (PBNU), Umar Hasibuan ikut mengomentari banjir yang terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Dia menanyakan keberadaan buzzer yang selama ini selalu berteriak dan menghujat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat banjir di ibu kota negara.

"Waktu banjir di Jakarta @aniesbaswedan dihina dan diolok-olok sampai 7 purnama. Giliran banjir disemarang semua buzzer pada diam tak ngomong sepatah katapun. #KarmaituNyata," kata Gus Umar dikutip fajar.co.id di akun Twitternya, Minggu (7/2/2021).

Umar pun meminta Anies Baswedan untuk membantu Pemprov Jawa Tengah menangani banjir di Kota Semarang.

"Ayo pak @aniesbaswedan bantu den @ganjarpranowo saling membantu itu baik buat kesehatan," tulis Gus Umar sambil melampirkan tautan berita soal tawaran bantuan penanganan dari Ganjar ke Anies saat banjir di DKI Jakarta tahun 2020 lalu.

Tak sampai di situ, Gus Umar juga menyoal penggunaan istilah 'banjir' dan 'genangan' oleh akun Twitter Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Tengah.

"Istilah baru kalau di Semarang namanya genangan. Kalau di Jakarta namanya banjir. Jadi Istilah apapun di negara ini tergantung kadar kebenciannya," sebutnya.

Terakhir, Umar Hasibuan juga memberikan kritik ke Menteri Pekerjaan Umum, Basuki Hadimuljono yang turun tangan menjelaskan penyebab banjir di Kota Semarang.

"Kasihan Pak menteri padahal ini bukan tugas dia. Kenapa bukan Gubernur Jateng yang katanya hebat itu yang menjelaskan banjir di Semarang?" Pungkasnya.

Sebelumnya,  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan banjir yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah, karena curah hujan yang ekstrem. Selain itu, banjir disebabkan oleh pasang air laut yang cukup tinggi.

  • Bagikan