Operasi Yustisi Memanas, Petugas: Tangkap Saja, Rugi Kita Keluar Kalau Begini

Minggu, 7 Februari 2021 00:08

FAJAR.CO.ID, PINRANG — Operasi yustisi yang digelar Pemerintah Kabupaten Pinrang bersama polisi dan TNI sempat berlangsung memanas, pada Sabtu (6/2/2021) malam.

Awalnya operasi berlangsung aman. Petugas meminta kepada pengunjung cafe di Hotel M untuk bubar, sembari melakukan komunikasi dengan pemilik Hotel M, Tendra.

Namun, Tendra seolah tak terima. Ia sempat menolak untuk menutupnya. “Saya selalu bermohon (untuk tidak ditutup). Saya diam-diam ji dari tadi Pak. Tapi kalau kami mau dihabisi, mau bagaimana. (sekalian) ambil pistol, tembak saya,” teriak Tendra di hadapan para petugas.

Nada tinggi Tendra dibalas oleh polisi yang berada di lokasi. Salah satu polisi bernama Marthel SR pun ikut terpancing emosi. “Jangan kau ancam-ancam sama saya eh. Kalau kau ancam-ancam, saya bawa (ke kantor polisi) ini malam. Oke? Saya bisa proses secara hukum,” timpal Marthel.

Malah, ada salah satu petugas Satpol PP yang mengenakan kupluk dan masker ikut teriak dengan nada provokasi, “Ambil saja. Rugi kita turun (operasi yustisi) kalau tidak bawa (tangkap),” balasnya.

Akibatnya, situasi makin memanas. Adu mulut tak terhindarkan. Namun, Tendra tiba-tiba ciut setelah dihardik secara beruntun oleh polisi itu.

“Saya minta kebijakan ji pak. Saya minta kebijakan. Minta tolong, kami juga mau hidup,” tuturnya sambil mengangkat kedua tangannya.

Mendengar permohonan Tendra, emosi Marthel pun ikut reda. Ia menjelaskan kepada Tendra bahwa pihaknya juga melakukan ini karena merupakan perintah dari Bupati Pinrang tentang penanganan dan pencegahan Virus Covid-19.

Salah satu pengunjung yang berada di lokasi juga membenarkan adu mulut yang sempat terjadi di pelataran hotel yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman tersebut.

“Baik-baik ji awalnya pas datang petugas Pak. Cuma yang kita sesalkan itu provokasinya salah satu oknum Satpol PP. Itu yang bikin situasi tambah panas. Padahal pengunjung mau bubar. Tapi karena kita lihat kayak orang mau bertengkar, jadi kita juga tinggal-tinggal lihat situasi,” terang salah pengunjung yang enggan diwartakan namanya. (gsa)

Komentar