Revitalisasi Pasar Tradisional Jadi PR Besar Pemkot

Minggu, 7 Februari 2021 19:11

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — DPRD Kota Makassar, sisa selangkah lagi menyelesaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Status PD Pasar menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) (Ranperda Pasar)

Anggota Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kota Makassar, Muliati mengatakan pihaknya telah melakukan kunjungan ke empat pasar tradisional dalam rangka finalisasi ranperda tersebut yaitu Pasar Terong, Pannampu, Sambung Jawa dan Pabaeng-baeng.

Dari hasil pantauan tersebut kondisi pasar dianggap masih semrawut. Beberapa lahan pasar justru tidak digunakan sama sekali, masyarakat lebih memilih berdagang di luar areal, sehingga banyak pasar-pasar tumpah yang terbentuk.

“Inikan rugi, kemarin di Sambung Jawa misalnya kita ambil sampel, di sana itu luas tapi tidak beroperasi lagi. Akhirnya pedagang ke luar dan banyak jadi pasar tumpah. Pasar ini kurang inovasi, seharusnya lahan ini dipergunakan dengan baik,” ujar Muliati, Minggu (7/2/2021).

Selain itu cukup banyak masyarakat yang berdagang di luar areal, hal ini jelas akan merugikan pemerintah kota. Di samping mempersempit lajur kendaraan, pemasukan PAD juga akan terhambat.

“Akhirnya apa yang untung itu kayak yang punya ruko, atau yang punya lahan, kita kan nda tau ada permainan apa di antara mereka. Inikan bisa jadi orang yang punya kekuatan yang main, parkirnya saja itu kita sudah dirugikan jadi memang banyak kebocoran,” tukasnya.

Legislator PPP ini mengharapkan dengan peralihan status ke depannya PD Pasar harus benar-benar bekerja ekstra untuk melakukan pembenahan, terlebih pasar merupakan target utama para pelancong sehingga berperan penting dalam rangka peningkatan kualitas kepariwisataan.

Peralihan status Perumda Pasar juga diharapkan mampu melahirkan inovasi baru, melalui keran investasi.

“Jadi kita tidak bisa juga mikir ini hanya perubahan status saja. Dibuatkan perda, tapi ini kita perlu lihat siapa yang menjalankan. Untuk apa dirubah ini perubahan statusnya kalau nantinya masih kayak yang dulu,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Pansus Ranperda Pasar Kasrudi mengatakan investor nantinya akan memegang peran penting dalam membenahi perwajahan pasar Makassar.

Dari hasil kunjungannya, isu-isu seperti keamanan, kebersihan dan ketersediaan stok menjadi persoalan umum yang kerap kali sulit diselesaikan oleh kepala pasar.

“Makanya kita akan sisip satu pasal lagi di Ranperda untuk PD Pasar ini bisa proaktif cari investor yang bisa bergerak di dalam penyelesaian isu tersebut, jadi dia nanti berinvestasi membangun pasar yang dipercantik swasta,” katanya.

Semisal pengelolaan perparkiran areal pasar, ketersediaan gudang stok yang berfungsi layaknya Bulog dalam rangka stabilisasi harga, hingga jasa kemanan dalam pasar.

Sementara tahap finalisasi rencana akan dilakukan Kamis pekan depan (11/2/2021). Penyelesaian tersebut diakui sempat molor dari jadwal yang ditentukan Desember lalu.

“Kita lamabat finalkan kita berharap tidak asal jadi ini kita buat diharapkan bisa dipakai puluhan tahun ke depan,” pungkas Legislator Gerindra ini. (endra/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI