Bantah Lelang Jabatan di Pemkot Tergesa-gesa, Gubernur NA Sebut Pemprov Sudah Restui

Senin, 8 Februari 2021 18:02

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. (Ist)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah (NA), menegaskan bahwa lelang jabatan yang dilakukan oleh pemerintah kota Makassar sudah mendapatkan persetujuan dari pemerintah provinsi.

“Bukan koordinasi lagi. Kan melalui pemprov kirim surat persetujuan ke KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara), kirim surat ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dan itu natural,”kata Nurdin Abdullah, di Rumah Pemotongan Hewan, Manggala, Makassar, Senin, (8/2/2021).

Lebih lanjut, Nurdin menampik adanya isu yang beredar terkait lelang jabatan yang dinilai tergesa-gesa. Pasalnya selama ini yang membuat lelang jabatan tidak bisa dilakukan karena adanya pilkada. Sehingga mesti menunggu terlebih dahulu tahapan pilkada selesai.

“Salah, salah. Kemarin kan ada pilkada, makanya terhenti. Ada proses pilkada yang tidak boleh ada kegiatan. Lelang, pelantikan, mutasi tidak boleh. Itu yang membatasi. Makanya ini baru mau dilakukan,” tegas Nurdin.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu kembali berharap agar Pj Walikota, Rudy Djamaluddin dan Walikota terpilih, Danny Pomanto dapat berkoordinasi dengan baik. Karena sebagai pejabat walikota, tetap mimiliki kewenangan yang sama untuk melakukan pelelangan jabatan.

“Kan itu walikota yang akan datang, koordinasi, komunikasi saja. Misalnya gini, habis lelang kirim ke KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) minta persetujuan, turun nama. Ini yang dipertemukan Pak Wali dengan Pj Walikota,” ujarnya.

Komentar