Covid-19, Anis: Ini Menunjukkan Presiden Harus Mengubah Cara Kerjanya

Senin, 8 Februari 2021 14:50

Preside Jokowi menerima suntik kedua Vaksin Covid-19 di Istana Negara, Rabu (27/1/2021). Foto Repro Youtube

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-– Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Byarwati meminta Presiden Jokowi merubah cara kerja penanganan virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Pasalnya, hingga saat ini jumlah kasus virus corona atau Covid-19 di Indonesia masih berada paling tertinggi di Asia Tenggara.

Demikian disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI itu dalam keterangannya kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Senin (8/2/2021).

“Ini menunjukkan bahwa Presiden harus mengubah cara kerjanya dalam menangani pandemi agar ekonomi segera pulih,” ujarnya.

Menurut Anis, jika pemerintah berhasil menangani virus asal kota Wuhan itu maka ekonomi nasional akan kembali pulih.

“Kita tidak mungkin mendorong konsumsi dan investasi kembali normal ketika kondisinya masih tidak normal masih ada wabah,” jelasnya.

“Sebaiknya, fokus pemerintah dan seluruh otoritas adalah mempercepat penanggulangan wabah, membantu masyarakat terdampak, dan membantu dunia usaha bertahan,” lanjutnya.

Selain itu, ungkap anak buah Ahmad Syaikhu itu, penyusunan APBN 2021 juga masih banyak digunakan untuk menanggulangi Covid-19 yang masih tinggi.

Kinerja ekonomi global pada tahun 2021 masih diliputi ketidakpastian. Defisit APBN 2021, diprediksi sebesar Rp1.006,4 triliun atau sekitar 5,57 persen terhadap PDB.

Kemudian, tambah Anis, dalam APBN tahun 2021, pembiayaan utang direncanakan sebesar Rp1.177,35 triliun.

Sementara itu, Pemerintah memerlukan dana besar untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penanganan Covid-19.

“Realisasi Dana PEN 2020 mencapai angka Rp579,78 triliun dan program PEN 2021 direncanakan sebesar Rp553,1 triliun. Dalam dua tahun terakhir ini, Pemerintah membutuhkan dana sebesar Rp1.132,88 triliun,” pungkasnya. (pojoksatu/fajar)

Komentar