Diserang Doxing, Demokrat: Kami Tetap Bergerak untuk Rakyat

Senin, 8 Februari 2021 15:51

ILUSTRASI. (int)

Doxing adalah praktek menyebarkan identitas pribadi melalui media sosial. Kelompok kontra ini dimotori oleh tiga akun utama, yang terdiri dari satu akun anonim dan dua akun nyata (real accounts) yang selama ini dikenal sebagai influencers politik. Cuitan mereka diamplifikasi oleh akun-akun yang sebagian besar akun anonim.

Pengamat politik Adi Prayitno mengistilahkan ini sebagai brutalitas politik. Karena tidak menyangka akan terjadi efek dari kudeta yang dilakukan oleh Moeldoko ini. Saya pikir baru akan terjadi dua, tiga tahun lagi,” tuturnya.

Adi mengingatkan bahwa Partai Demokrat menjadi sasaran karena dianggap sebagai partai non pemerintah yang paling potensial, tapi ia tidak yakin upaya yang dimotori pihak eksternal akan berulang. “Moeldoko bukan jawaban yang rasional bagi Demokrat karena elektabilitasnya jauh lebih rendah daripada AHY,” papar Direktur Eksekutif lembaga survei Parameter Politik Indonesia.

Master Komunikasi Politik dari London School of Economics, Diska Putri Pamungkas mengingatkan bahwa ambil alih paksa partai politik, kalaupun berhasil dilakukan, tidak serta merta akan memberi keuntungan elektoral bagi pelaku kudeta.

“Political branding sangat dipengaruhi oleh persepsi. Saya tidak yakin elektabilitas yang diperoleh Partai Demokrat dan Ketum AHY pada saat ini, akan bisa dipertahankan jika dikudeta oleh orang lain,” tuturnya.

Andi Mallarangeng mengungkapkan pada saat ini Partai Demokrat mendulang simpati dan empati yang luar biasa dari publik. “Ada banyak orang yang telepon saya mau daftar KTA Demokrat. Kita adalah air, mereka adalah batu. Kita terus bergerak, bekerja untuk rakyat,” pungkasnya. (JPC)

Komentar


VIDEO TERKINI