Jadi Pembawa Hama, Tanaman Ilegal Dimusnahkan di Makassar

Senin, 8 Februari 2021 13:18

Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Kota Makassar memusnahkan berbagai jenis tanaman dan tumbuhan yang menjadi media ...

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Kota Makassar memusnahkan berbagai jenis tanaman dan tumbuhan yang menjadi media pembawa Hama Pengganggu Hewan Karantina (HPHK) dan Orgasme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Pemusnahan dilakukan bersama Bea Cukai Makassar dan Pos Indonesia, di pelataran Gedung Kantor BBKP, Jalan Perintis Kemerdekaan KM12, Senin (8/2/2021).

Kepala BBKP Makassar, Andi PM Yusmanto menjelaskan, media pembawa hama tersebut diimport dari berbagai negara dan tidak memiliki izin dokumen.

“Jadi ini ada yang dimport dari Cina, Taiwan, Singapur, Kepulauan Solomon, dan Malaysia,” ungkapnya.

Andi PM Yusmanto menjelaskan, media pembawa hama yang dimusnahkan kali ini berbentuk benih sayur, buah dan bunga yang dipesan online tanpa dilengkapi sertifikat resmi.

“Barang ini masuk karena ada yang memesannya. Dipesan online oleh mereka yang tidak mengetahui kalau ini ilegal,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, semua yang dimusnahkan adalah barang sitaan dari Desember 2020 hingga Januari 2021. Rata-rata barang dipesan oleh orang yang tidak paham aturan Kekarantinaan. Untuk itu, penindakan terhadap para pemesan masih sebatas diberikan sosialisasi dan teguran.

“Bahayanya jika barang seperti ini masuk ke Indonesia, yah tentu akan berdampak buruk, medatangkan penyakit bagi pertanian di Indonesia,” tandasnya.

Untuk kedepannya, Yusmanto berharap masyarakat lebih menyadari tentang pelanggaran membawa atau mendatangkan media pembawa hawa ke Indonesia.

Para pelaku bisa dijerat UU Kekarantinaan yang baru dengan denda Rp10 miliar dan hukuman penjara hingga 10 tahun.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bea Cukai Makassar, Eva Arifah Aliyah menjelaskan bagaimana motif para pelaku mendatangkan barang tersebut.

Eva mengatakan, mereka melakukan pemesanan secara online karena hobi dengan tanaman serta tumbuhan yang mungkin jarang ditemukan di Makassar.

“Sekarang inikan orang lagi tren soal tanaman. Nah mereka ini mungkin melihat tanaman atau tumbuhan ini bagus dan sebagainya. Padahal mereka tidak tahu bahanya seperti apa,” terang dia.

Adapun barang ini ditemukan melalui x-Ray scanner di bandara dan kantor pos, yang kemudian ditindaki oleh petugas Bea Cukai, Pos, dan BBKP.(MG3/Fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI