Pastikan Dapur Mengepul dan Keandalan Listrik dari Bawah Tanah

Senin, 8 Februari 2021 21:57

Para pekerja mengukur kabel yang akan dikupas untuk proses jointing pada proyek SKTT Kima-Daya Baru, Selasa, 2 Februari lalu. Proyek ini merupakan upaya PLN untuk terus menerangi negeri. (NURHADI/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kendaraan berbadan besar lalu-lalang di Kawasan Industri Makassar (Kima), Selasa (2/2/2021). Waktu menunjukkan pukul 15.48 Wita. Muh Arif masih sibuk bergelut dengan kabel superbesar di dalam tanah.

Ia ditemani Iksan dan beberapa pekerja lainnya. Petang itu, Arif fokus membungkus kabel yang sudah dikupas dan dipanaskan. Keesokan harinya, ia akan melakukan proses jointing atau penyambungan kabel-kabel dalam lubang sedalam dua meter dari atas permukaan tanah itu.

Arif merupakan salah satu pekerja pada proyek Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) Kima-Daya Baru. Bapak tiga anak dari Banten ini sudah berada di Makassar sejak Oktober 2019 lalu.

Sambil terus memutar tuas katrol pengangkat kabel, Arif berbagi kisah terkait pekerjaan yang tengah dijalaninya. Katanya, bekerja di mana pandemi punya tantangan tersendiri. Terutama rindu kepada keluarga yang mesti ditahan berbulan-bulan.

“Saya pulang, paling sekali dalam tiga bulan. Itu juga meski rapid antigen dan protokol kesehatan lainnya,” ungkapnya.

Pada pekerjaan sebelum-sebelumnya, Arif paling lama pulang ke keluarganya sebulan sekali. Kini durasinya lebih lama.

Namun baginya, rindu masih bisa ditahan. Beda dengan kebutuhan pokok keluarga yang tidak bisa ditahan atau ditunda. Makanya ia tetap semangat, menjaga agar dapur tetap mengepul di “istananya”.

“Jadi kita jalani dengan semangat dan santai. Apalagi di sini (Makassar) teman-teman yang lain ramah-ramah dan seru. Jadi rindu kepada keluarga bisa diredam,” ucapnya sambil tersenyum tipis.

Komentar