Pelantikan Kepala Daerah di Sulsel Terancam Molor, Begini Kata Pengamat Politik

Senin, 8 Februari 2021 14:51

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. (Ist)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) soal pelantikan kepala daerah yang diterima oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan.

Karena itu, pelantikan kepala daerah di Sulawesi Selatan kemungkinan molor. Sehingga beberapa daerah yang telah menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) terancam dipegang oleh Pelaksana harian (Plh) untuk mengisi jabatan yang kosong.

“Kemungkinan masih Plh semua, karena SK sampai hari ini belum kita terima. 170 kabupaten kita, termasuk provinsi. Makanya bersabar lagi,” kata Nurdin Abdullah, usai meresmikan Rumah Pemotongan Hewan (RPH), di Manggala, Makassar, Senin (8/2/2021).

Sebelumnya, kata orang nomor satu di Sulsel itu, untuk beberapa daerah yang sempat menggugat kepala daerah terpilih telah diusung dan dikirim nama-nama Pejabat Bupati ke pusat untuk memegang jabatan sementara.

“Nah ada lima sengketa itu sudah mau siapkan Pj nya. Itu sudah kita kirim ke Kemendagri. Kita tinggal tunggu keputusannya,” tegas Nurdin Abdullah.

Diketahui, beberapa daerah yang sempat menggugat kepala daerah yang terpilih yakni, Luwu Utara, Luwu Timur, Bulukumba, Barru, dan Pangkep. Dari lima kabupeten tersebut, sudah ada yang menarik gugatannya seperti Barru.

Sementara itu, telah ada desakan untuk mempercepat pelantikan, termasuk dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Makassar berharap agar pelaksanaan pelantikan Bupati/Walikota terkhusus kota Makassar bisa dipercepat. Dengan alasan bahwa masyarakat sudah ingin dipimpin oleh walikota yang terpilih.

Komentar