Program Bantuan Presiden untuk UMKM, Perlu Kemudahan Penyaluran

Senin, 8 Februari 2021 11:59

Presiden Joko Widodo meluncurkan Program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (24/8). Biro Pers Sekretariat Presiden

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Mohamad Hekal menilai program Bantuan Presiden (Banpres) Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) memberi iklim positif pada dunia usaha mikro, khususnya di masa krisis akibat pandemi Covid-19.

“Jadi lebih baik memang bagaimana pemerintah bisa cepat memberikan bantuan ke masyarakat, menyalurkan uang kepada masyarakat supaya roda perekonomian bisa berputar,” ujar Hekal dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (8/2/2021).

Dia juga menyambut baik pelaksanaan program bantuan yang dinaungi oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) ini di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Kendal.

Hekal menyebut Banpres BPUM di Kabupaten Kendal sudah berjalan cukup baik dengan penyaluran yang tinggi.

“Namun ada sejumlah catatan yang perlu menjadi perhatian pemerintah maupun stakeholder terkait program itu,” kata Haekal.

Dia mencontohkan, pada aspek perbaikan data dan persyaratan penerima bantuan.

“Perlunya kemudahan baik pengajuan maupun penyaluran bantuan yang diwakilkan kepada stakeholder seperti perbankan,” harap Haekal.

Diketahui, sektor UMKM merupakan salah satu penopang perekonomian Indonesia. Dampak negatif dari Covid-19 terhadap sektor UMKM berbanding lurus dengan perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data Kemenkop UKM pada 2020, sebanyak 163.713 UMKM dan 1785 koperasi dilaporkan terdampak negatif Covid-19. Program Banpres BPUM pun diharapkan menjadi penyelamat bagi pelaku UMKM untuk bertahan di situasi krisis saat ini. (jpg/fajar)

Komentar