Tidak Ingin Ada Tunggakan ke Rekanan, Wagub Sulsel: Perlu Perencanaan Cashflow

Senin, 8 Februari 2021 20:53

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. (Dok Humas Sulsel)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan arahannya dalam Coffee Morning di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 2 Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (8/2/2021).

Rapat rutin setiap Senin Pagi kali ini dihadiri oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani, TGUPP, serta diikuti oleh OPD, Inspektorat serta Direktur RS.

Andi Sudirman mengingatkan, agar diperlukan komunikasi yang baik serta pentingnya efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran.

Dinas Pendidikan Sulsel memberlakukan Belajar dari Rumah (BDR) dilakukan hingga 1 April 2021 sesuai edaran Gubernur Sulsel. Dari 944 SMA/SMK di Sulsel, terdapat 880 sekolah atau 93 persen belajar daring dan 64 sekolah atau 7 persen belajar luring.

Olehnya itu, Wagub Sulsel menghimbau, “saya ingin 7 persen sekolah yang luring atau tatap muka, ada tim dari Dinas Pendidikan yang turun untuk melihat langsung kegiatan proses belajar juga 93% yang daring ada pengecekan bagaimana progress belajar dari rumah,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan arahannya terkait permasalahan tunggakan untuk pembayaran rekanan. Dirinya tidak ingin hal itu kembali terjadi.

“Harus ada perencanaan cashflow. Ada neraca untuk melihat pergerakan uang yang masuk (cash inflow) maupun keluar (cash outflow),” jelasnya.

Dirinya pun menekankan, tidak ingin ada program yang mangkrak. Serta memperhatikan program yang lebih bermanfaat untuk masyarakat banyak.

Komentar


VIDEO TERKINI