Update Taksiran Kerugian Akibat Gempa Sulbar Capai Rp1,33 Triliun

Senin, 8 Februari 2021 19:36

Kantor Gubernur Sulbar rusak berat akibat gempa berkekuatan M6,2 pada Jumat (15/1) lalu. Foto: dok. BNPB.

FAJAR.CO.ID, MAMUJU – Total kerugian akibat gempa di Sulbar terus bertambah. Taksiran sementara oleh Pos Komando Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Gempa Bumi Majene-Mamuju mencatat kerugian akibat gempa bumi 6,2 Magnitudo, Jumat subuh (16/1/2021) lalu kini mencapai Rp1,3 triliun.

Rinciannya, gedung pemerintahan yang rusak sebanyak 100 gedung. Rusak berat empat gedung, rusak sedang 22 gedung dan rusak ringan 47 gedung. Total kerugiannya mencapai Rp789 miliar.

Perumahan dan pemukiman yang rusak sebanyak 14.042 titik. Rusak ringan 6.452 unit, rusak sedang 4.367 dan rusak berat 3.223 unit. Total nilai kerugiannya masih dalam tahap pendataan.

Selanjutnya jumlah sarana pendidikan yang rusak sebanyak 343 unit. Sebanyak 61 unit rusak ringan, 125 rusak sedang dan 157 unit rusak berat. Total nilai kerugiannya mencapai Rp236,7 miliar.

Sarana kesehatan yang rusak sebanyak 20 unit. Rusak berat empat unit dan rusak sedang sebanyak 16 unit. Total nilai kerugian mencapai Rp161,7 miliar.

Jalan dan jembatan rusak 4 unit kerugian ditaksir Rp 72 miliar. Sarana perhubungan ditaksir mencapai Rp10 miliar. Sedangkan kelistrikan, air minum dan informatika secara keseluruhan ditaksir Rp61,1 miliar.

Kepala Bappeda Sulbar, Khaeruddin Anas mengatakan data ini sifatnya masih sementara. Sejumlah item masih dilakukan pendataan. Seperti pendataan pemukiman dan perumahan dan gedung pemerintahan instansi vertikal di Sulbar.”Kita sudah kumpulkan instansi-instansi, untuk sementara sudah mencapai Rp1,33 triliun itu. Belum termasuk yang lainnya yang saat ini masih didata, kita masih tunggu beberapa data dari kabupaten. Masih banyak yang belum masuk,” katanya, Senin (8/2/2021).

Komentar