Fakta dan Hoaks Setelah Vaksin Covid-19, Simak Penjelasan Prof Zubairi Djoerban

Selasa, 9 Februari 2021 19:44

Ketua Satgas Covid-19 IDI, Prof Zubairi Djoerban. (Dok Instagram.com/@profesorzubairi)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Proses Vaksinasi Covid-19 telah berlangsung secara bertahap di Indonesia sejak 13 Januari 2021.

Selama itu pula, berbagai tanggapan dan pendapat bermunculan terkait vaksinasi tersebut. Tak sedikit kabar bohong atau hoaks yang beredar seputar vaksin Covid-19.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. dr. Zubairi Djoerban Sp.PD pun memberikan beberapa penjelasan soal pendapat keliru tentang pelaksanaan vaksin Covid-19.

Berikut penjelasan lengkap Prof Zubairi dikutip fajar.co.id dari akun Twitternya, Selasa (9/2/2021):

Ada beberapa pendapat yang salah tapi dianggap benar tentang pelaksanaan vaksin Covid-19. Berikut ini penjelasan saya terkait apa yang sebenarnya harus dan tidak boleh dilakukan sebelum dan sesudah divaksin:

PENDAPAT: Setelah divaksinasi seseorang tidak akan menyebarkan virus korona, karena tubuhnya tidak mengandung virus yang bisa ditularkan.YANG BENAR: Masih mungkin untuk menyebarkan virus.

PENDAPAT: Sebelum divaksin sebaiknya mengonsumsi obat pereda nyeri agar rasa sakit akibat suntikan berkurang.YANG BENAR: Beberapa obat penghilang rasa sakit itu adalah antiperadangan–yang justru berpotensi mengurangi keefektifan suntikan.

PENDAPAT: Seseorang tidak boleh olahraga sebelum divaksin.YANG BENAR: Justru olahraga teratur itu sangat penting. Jangan salah kaprah.

PENDAPAT: Penting mengonsumsi vitamin A, C dan D3, probiotik, sebelum divaksin–yang akan meningkatkan respons kekebalan tubuh terhadap vaksin.YANG BENAR: Respons kekebalan itu terjadi tak dalam waktu dekat. Pun, menjaga nutrisi kan sudah seharusnya karena bagus untuk tubuh.

Komentar